Matematika Membuktikan 99.9999…% adalah = 100%

Hati-hati kalau anda ingin meyakinkan suatu hal tetapi tidak yakin dengan hal itu sendiri, jangan sekali-kali menggunakan 99.9999…% di mana angka dibelakang koma/desimal tidak terhingga. Contoh klaim: “aplikasi saya tidak ada error/bug, dijamin 99.9999…%“. Kalau suatu saat terjadi error, anda tidak akan bisa berkilah seperti ini: “kan sudah dibilang dijamin 99.9999…% tidak ada error/bug, jadi wajar saja kalau masih ada bug yang sangat amat jarang terjadi, karena bukan dijamin 100%”. (more…)

Kursus Online Buddhism and Modern Psychology

Sejak berkembangnya sains modern, terdapat ide-ide yang selaras antara sains dan ajaran Buddha. Walaupun pendekatannya berbeda karena sains memperoleh pengetahuan melalui riset dan pengamatan sedangkan Buddha memperoleh pengetahuan melalui pencerahan, tetapi antara keduanya memiliki persamaan prinsip. Keduanya menghindari spekulasi dan menekankan pada pembuktian.

Ajaran Buddha sendiri memiliki mencakup banyak hal termasuk metafisika, kelahiran kembali, hukum karma, dan lain-lain yang tidak/belum disentuh sains modern. Namun salah satu cabang sains yang mulai banyak dipelajari korelasinya dengan ajaran Buddha adalah cabang psikologi. Salah satunya diajarkan gratis oleh Universitas Princeton melalui website coursera.org dengan course berjudul “Buddhism and Modern Psychology” dibawakan oleh Robert Wright. Course dimulai tanggal 20 Maret 2014 dan berlangsung selama 6 minggu.

Bahaya Optimis

Menjadi orang yang optimis, tampaknya suatu pilihan yang baik. Tapi ternyata optimis juga bisa merugikan.

Contoh: anda memiliki skill tertentu, katakanlah ahli di bidang pemrograman, desain pakaian, arsitektur bangunan, atau apapun. Anda diminta merencanakan suatu pekerjaan yang memerlukan keahlian tersebut. Anda lalu membuat perencanaan dengan matang dan memprediksikan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekian hari. (more…)

Dream Theater – Dream Theater (2013)

 

dream-theater

Biasanya sebuah band akan melempem atau setidaknya menjadi kurang bergigi kalau ditinggal pentolannya, contoh nyata adalah Skid Row yang ditinggal Sebastian Bach, Dokken yang ditinggal George Lynch, atau Iron Maiden yang (pernah) ditinggal Bruce Dickinson.  Tapi rupanya hal tersebut tidak berlaku buat Dream Theater sepeninggalan Mike Portnoy tahun 2010 silam, justru band progresif metal ini semakin garang dengan dua album tanpa Portnoy (yang digantikan Mike Mangini) yaitu A Dramatic Turn of Events (2011) dan album terbaru ini: Dream Theater (2013). (more…)

Dream Theater – A Dramatic Turn of Events (2011)

dream-theater-a-dramatic-turn-of-events

Siapa yang tak mengenal band progresif metal ini? Hampir Semua penikmat musik rock dan metal tau band yang terdiri dari para dosen handal dalam bermusik ini. Sebenarnya saya sendiri agak “ngeri” untuk mengulas album Dream Theater, tapi saya akan coba me-review apa yang terjadi pada Dream Theater di album ini.

Ini adalah album pertama Dream Theater tanpa si “tukang pukul-nya” (Mike Portnoy) yang memilih hengkang ke Avenged Sevenfold dan kemudian melanjutkan ke Adrenaline Mob. Kehilangan Portnoy sangat terasa terutama perbedaan beat yang disajikan drummer baru mereka Mike Mangini. Siapa yang lebih handal? Anda yang menilai. (more…)

X Japan – Art Of Life (1993)

x-japan-art-of-life

I believe in the madness called now….

Sebenarnya agak bingung review “Art of Life” ini nge-review album atau lagu, masalahnya (mini) album “Art of Life” ini cuma berisikan satu lagu yang juga berjudul “Art of Life”, berdurasi sekitar 29 menit.

“Art of Life” tidak diragukan lagi, adalah salah satu masterpiece musik, lyricnya luar biasa galau dari hati yang tergalau, juga sangat indah dan cerdas, awalnya kita akan melihat jeritan hati seseorang yang sangat kelam seperti potongan lyric berikut “All I can see is drowning in cold grey sand“…. “If it’s all real, just kill me“.
(more…)

Nothing But Guitar – Kompilasi Gitaris GitarPlus Volume 1 (2013)

nothing-but-guitar

Untuk setiap gitaris atau yang pendengar musik yang suka gitar, mungkin akan menyambut gembira album ini, berisi kompilasi 10 lagu intrumental gitaris dengan ciri khasnya masing-masing, persembahan dari majalah gitar GitarPlus. Album kompilasi gitaris Indonesia termasuk langka, karena itu mendengarkan album ini mungkin malah mengingatkan pada  album-album kompilasi gitaris dari luar seperti “Ominous Guitarists – From the Unknown” (1992) atau “Guitar World – The Guitars that Rule the World” (1992).

Yang jelas, nuansa rock/metal dominan tetapi masing-masing gitaris memiliki style masing-masing seperti track by track di bawah ini.
(more…)

Nevermore – Dead Heart in a Dead World (2000)

nevermore-dead-heart-in-a-dead-world

Musisi dengan skill tinggi bisa muncul dari genre apa saja. Kalau mencari kumpulan musisi sakti dari genre (progressive) thrash metal, salah satu nama yang mungkin terbersit adalah Nevermore.

“Dead Heart in a Dead World” sesuai judulnya, adalah album bernuansa suram dari sisi lirik maupun musik, tapi gemilang dari sisi kualitas dan skill. Jeff Loomis merupakan gitaris sakti yang sering menyusupkan riff brilian pada bagian-bagian tertentu suatu lagu, umumnya lagu Nevermore dihiasinya dengan ritem lincah yang berlarian sambil sesekali “menjerit” dengan teknik pinch harmonic. Beberapa jurus Jeff Loomis mungkin mengingatkan kita pada teknik gitaran Dave Mustaine, Alex Skolnick, Gus G., sampai Marty Friedman. Di album ini untuk pertama kalinya dalam album Nevermore, Jeff menggunakan gitar 7-strings. (more…)

Avantasia – The Mystery of Time (2013)

avantasia-the-mystery-of-time

Avantasia memang hanya sebuah project seorang Tobias Sammet dan bukan grup metal yang terdiri dari personil tetap, tetapi dalam setiap album selalu menampilkan special guests yang merupakan tokoh-tokoh sakti dari dunia rock/metal, menjadikan Avantasia sebuah super-project.

“The Mystery of Time” merupakan album keenam Avantasia, kali ini menghadirkan vokalis-vokalis seperti Michael Kiske, Joe Lynn Turner, Biff Byford, Ronnie Atkins, Bob Catley, Cloudy Young, dan yang menarik dan baru pertama kali ikutan di album Avantasia: Eric Martin! Dan tentu saja sang mastermind Avantasia, Tobias Sammet. Untuk seksi gitar menghadirkan Bruce Kulick, Oliver Hartmann, Arjen Anthony Lucassen, dan Sascha Paeth yang juga merangkap produser bersama Tobias Sammet.

(more…)

Bon Jovi – What About Now (2013)

 

bon-jovi-what-about-now

Biarpun Jon Bon Jovi nyaris identik dengan Bon Jovi itu sendiri, namun dari segi musik, nasibnya berada di tangan permainan gitar Richie Sambora. Mulai dari sound, style, dan solo gitar Richie, sangat menentukan ke mana musik Bon Jovi mengarah. Seperti juga pada album-album Bon Jovi belakangan ini, Richie hanya memainkan solo gitar yang sangat pelit, membalut musik Bon Jovi dengan riff ringan, dengan efek distorsi dan delay yang jauh dari sangar, membuat arah bermusik Bon Jovi saat ini adalah pop rock santai yang cocok menemani anda melamun sepanjang perjalanan.

Namun, tanpa terpengaruh kritikan umumnya yang mengatakan bahwa “What About Now” adalah album yang gagal (rata-rata reviewer maksimal hanya memberikan 3 bintang dari 5), saya tetap menganggap album ini termasuk bagus, dan pantas mendapatkan… 3/5 😐 (more…)