Pancasila Buddhis

Di ajaran Buddha, terdapat lima sila (pancasila) yang sepatutnya dilaksanakan oleh umat awam buddhis. Pancasila berisi 5 aturan/disiplin moralitas, yaitu:

1. Menghindari membunuh makhluk hidup.
2. Menghindari mengambil apa yang tidak diberikan.
3. Menghindari hubungan seksual yang salah.
4. Menghindari perkataan bohong.
5. Menghindari minuman keras dan obat-obatan yang melemahkan kesadaran.
PENTINGNYA PANCASILA

Sila/moralitas sangat penting dalam ajaran Buddha. Jalan Mulia Berunsur Delapan (JMB8) dibagi dalam 3 kelompok yaitu sila (moralitas) -> samadhi (konsentrasi) -> panna (kebijaksanaan). Sila mencakup ucapan benar, perbuatan benar, dan penghidupan benar yang berada pada /unsur ke 3 s/d 5 dari JMB8.

Melihat urutan sila – samadhi – panna, berarti menjalankan sila berguna untuk mendukung pencapaian samadhi.
Melihat urutan sila pada JMB8 adalah pada tahap 3 s/d 5, berarti untuk menjalankan sila diperlukan terlebih dahulu tahap 1 dan 2 yaitu pandangan benar dan kehendak benar yang termasuk dalam kelompok panna (kebijaksanaan). Jelaslah bawa kita menjalankan sila BUKAN karena sila adalah dogma yang harus dipatuhi, tetapi kita menjalankan sila dengan terlebih dahulu memiliki kebijaksanaan awal berupa pandangan benar dan kehendak benar.

SULITKAH MENJALANKAN SILA?

Jika melihat butir-butir pancasila dan kita merasa sulit untuk menjalankannya, jangan keburu mengganggap Buddha menentukan peraturan yang sulit. Pancasila adalah aturan moralitas, jadi apabila kita merasa sulit untuk melaksanakannya, itu adalah warning dari diri sendiri yang menunjukkan rendahnya kualitas moral kita. Barangkali yang sering dianggap sulit luar biasa oleh mereka yang belum terbiasa menjalankan sila adalah sila ke-1 (menghindari membunuh makhluk hidup) dan sila ke-4 (menghindari perkataan bohong). Sila ke-1 sulit bagi yang terbiasa membunuh makhluk kecil seperti semut, nyamuk, lalat. Tetapi jika direnungkan, mereka sama seperti kita, yang mengalami penderitaan luar biasa jika disakiti (terbukti dengan mereka berusaha melarikan diri sekuat tenaga jika merasa bahaya mengancam) . Kita memang tidak dapat menghindari pembunuhan yang tidak kita sengaja, tetapi kita dapat menghindari pembunuhan yang kita sengaja. Berbelas kasih pada seluruh makhluk hidup adalah salah satu ciri buddhis sesuai ucapan terkenal sabbe satta bhavantu sukhiittata (semoga semua makhluk berbahagia). Dengan memahami hal ini, sama sekali tidak sulit membiasakan diri untuk menghindari membunuh makhluk hidup, walaupun tidak instan karena barangkali kebiasaan tepok nyamuk seakan sudah otomatis terjadi (walaupun sebenarnya tetap berawal dari kehendak buruk: membunuh).

Menjalankan sila ke-1 tidak sama dengan menjadi vegetarian (tidak makan daging), daging bukanlah makhluk hidup yang memerlukan belas kasih. Walaupun kembali pada empat kebenaran mulia, kita berusaha meninggalkan kemelekatan, termasuk melekat pada makanan yang enak.
Menjalankan sila ke-4 juga sangat sulit bagi sebagian orang yang tidak terlatih menjalankan sila, sama seperti membunuh nyamuk, berbohong sering seakan sudah secara otomatis terjadi karena terlalu biasa dilakukan, jadi yang terjadi sebenarnya adalah pembenaran pada kebiasaan. Padahal jika kita sudah mulai membiasakan diri jujur, akan cepat sekali sadar saat ingin berbohong. Salah satu anggapan yang salah adalah menganggap berdagang adalah kebohongan, padahal sejak zaman Buddha pun sudah dikenal kegiatan perdagangan, yang tidak pernah dicela Buddha. Berbohong bukanlah membeli barang seharga 100 dan menjualnya seharga 200, berbohong adalah saat mengatakan anda menjual dengan harga modal padahal sebenarnya untung 100%.

Jika Anda berasal dari orang yang tidak terbiasa menjalankan sila menjadi orang yang berusaha menjalankan sila, akan terasa perbedaan pada batin. Batin akan lebih tenang, tidak ada keperluan untuk berbohong demi menutupi kebohongan lainnya, dan banyak manfaat positif lainnya. Dengan bekal sila yang sempurna, menjalankan samadhi/konsentrasi akan jauh lebih mudah.

(Visited 73 times, 1 visits today)

One thought on “Pancasila Buddhis

  1. Pingback: Siap Mati - AYOweb

Leave a Reply