Ballad Metal Terbaik Part 2

rock-girl

Dalam rangka menyambung posting berjudul Ballad Metal Terbaik Part 1, terpaksa penulis selama seminggu terakhir ini kembali mendengarkan lagu-lagu mellow nan sendu dari berbagai band dan penyanyi metal. Dengan berurai air mata, disusun lah 10 ballad metal part 2 ini (semoga nggak berlanjut sampai puluhan part).

Andi Deris – 1000 Years Away

Diambil dari debut solo Andi Deris (tanpa Helloween), berjudul “Come In From The Rain” (1997) yang bercorak melodic rock. Album ini penuh dengan karya-karya fresh yang terdengar dari nada dan lirik lagu-lagunya yang variatif. “1000 Years Away” bercerita tentang anak yang tidak mendapatkan kasih sayang dari ayahnya (sebaliknya, malah mendapatkan kekerasan), sulit untuk tidak terharu mendengarkan lagu ini sambil menyanyikan liriknya, walaupun lagunya tidak terlampau slow, lebih mengarah ke mid-tempo.

Dream Theater – The Spirit Carries On

Lagu ini dipilih bukan karena saya melihat video “The Spirit Carries On” versi bahasa Jawa yang dinyanyikan oleh ErnieXBall (http://www.youtube.com/watch?v=SoD6StPLXAs) atau karena baru-baru ini Dream Theater merilis 3 episode reality show bertajuk “The Spirit Carries On” dalam rangka mencari drummer pengganti Mike Portnoy (yang dimenangkan Mike Mangini), melainkan karena ballad ini memang sangat nyaman di telinga dengan lirik yang dalam:

If I die tomorrow
I’d be all right
Because I believe
That after we’re gone
The spirit carries on

Oh ya, selain di-cover oleh ErnieXBall, lagu ini juga pernah dinyanyikan di solo album Syu (gitaris band Jepang Galneryus) pada album “Crying Stars Stand Proud” (2010)

Europe – Prisoners in Paradise

Seperti juga rekan seangkatannya yaitu Bon Jovi, Europe sangat piawai membuat lagu ballad yang mengiris-iris bawang, eh.. hati. Hampir seluruh ballad Europe pernah jadi favorit saya berhari-hari (“Carrie”,” Open Your Heart”, “Dreamer”, “Tomorrow”, dan lain-lain). Tapi yang paling favorit buat saya adalah “Prisoners in Paradise”, yang juga jadi title album mereka di tahun 1991. Sayang album ini lahir di era grunge jadi gemanya tidak seheboh “The Final Countdown”.

Lagu ini diawali dengan intro unik, berbagai keinginan dari ingin bisa terbang sampai ingin nonton TV:

I want to learn how to fly
I want to be respected
I want to get lucky
I want to get out of this dump
I just want to watch TV
I want to be loved
I want to be different
I want a brother and sister
I’d just rather be forgotten
I want to save the world
I want to be understood
I want to be rich
Man, I just want to be somebody

Disusul melodi gitar megah dan sangat indah dari Kee Marcello, dan masuklah vokal Joey Tempest melantunkan lirik yang begitu dalam. Kalau Bon Jovi punya tokoh rekaan Tommy dan Gina, maka di lagu ini tokohnya adalah Jimmy dan Julie. Ceritanya Jimmy dan Julie sudah memilih jalannya masing-masing, tetapi akhirnya menyadari bahwa mereka saling membutuhkan (sometimes what you want ain’t what you need!). Pesan moralnya: menghargai apa yang sudah dimiliki. Rupanya dalam urusan membuat lirik indah, Joey Tempest tidak kalah dengan Jon Bon Jovi.

Gorky Park – Try To Find Me

Pertama dengar lagu ini, saya pikir liriknya bercerita tentang main petak umpet (please try to find me and i’ll try to find you). Liriknya memang biasa saja, tapi yang luar biasa adalah solo gitarnya yang saya nobatkan sebagai salah satu solo gitar terbaik yang pernah saya dengar, begitu menyayat hati, sesekali dimainkan dengan mulus dan cepat, dan sangat emosional dari awal sampai akhir, berdurasi sekitar satu setengah menit untuk solo gitar itu sendiri.

Helloween – Your Turn

Bahkan bagi pionir power metal pun perlu sesekali nge-ballad. Helloween memiliki beberapa ballad dari era Michael Kiske ataupun Andi Deris. “Windmill” bahkan begitu manisnya sampai-sampai tidak ada unsur metal sedikit pun. Tetapi saya lebih memilih “Your Turn” (album “Pink Bubbles Go Ape”) sebagai best ballad Helloween. Biarpun bercorak ballad, tapi masih terdengar cita rasa Helloween lewat tarikan kuat dan jernih Michael Kiske dan solo melodik Michael Weikath. Sayangnya sampai saat ini saya tidak pernah mendengar “Your Turn” dinyanyikan oleh Andi Deris.

Loudness – So Lonely

Power ballad metal 80-an dengan sentuhan magis Loudness, bahkan pada lagu ballad, Akira Takasaki (gitaris) masih mampu membuat variasi riff indah yang cukup kompleks (untuk ukuran ballad). Liriknya yang sangat nelangsa memang cukup kontras dinyanyikan oleh vokal gahar Minoru Nihara (ataupun Mike Vescera yang menyanyikannya live, Mike Vescera adalah pengganti Minoru Nihara – yang akhirnya balik lagi ke Loudness). Tapi itulah salah satu keistimewaan ballad metal, vokal gahar lagu mellow, and it works!

Michael Kiske – Do I Remember A Life?

Dengan modal golden voice-nya, kebanyakan lagu yang dinyanyikan Michael Kiske terdengar keren. Walaupun saya setuju saja kalau ada yang berpendapat bahwa Kai Hansen dan Michael Weikath yang paling mampu membuat lagu yang mengeksplorasi kehebatan vokal Michael Kiske. Namun di lagu “Do I Remember A Life?” yang merupakan ciptaan Michael Kiske, ia mengeksplorasi vokalnya dengan caranya sendiri. Di lagu ini, vokal Kiske berkeliaran di range yang sangat lebar, dari nada yang rendah sampai tinggi, sangat jernih dan kuat, dengan teknik bridging/perpindahan nada yang luar biasa mulus, plus emosi yang menghanyutkan. Dari sisi musik walaupun sederhana tapi sangat cocok mengiringi vokal melodius Kiske, dari suara-suara alam (angin, kicauan burung), gitar akustik, sampai dentingan piano di ending lagu. Dua kata yang cocok untuk mendeskripsikan lagu ini: beautiful masterpiece!

Poison – Life Goes On

Band yang pernah mengaudisi Slash pada awal karirnya (audisi akhirnya dimenangkan oleh C.C. DeVille, jika tidak, mungkin kita akan melihat Slash tampil dengan bibir merah merekah), dan sebagai kelompok glam metal, sudah tentu wajib punya ballad.  Ballad Poison yang paling terkenal adalah “Every Rose Has Its Thorn”, tapi saya pribadi lebih menyukai “Life Goes On” dari album “Flesh & Blood” (1990).

Skid Row – I Remember You

Semua ballad Skid Row era Sebastian Bach sangat berkesan, tidak hanya dari album-album awal yang menampilkan “18 and Life”, “I Remember You”, “Wasted Time” dan lain-lain, tapi juga dari album terakhir Skid Row bersama Sebastian Bach, yaitu “Subhuman Race” (1995) yang keluar di era grunge, menampilkan ballad “Breaking Down” dan “Into Another”.  Tapi akhirnya saya memilih lagu legendaris “I Remember You” yang memang susah terlupakan.

Virgin Steele – A Cry In The Night

Diambil dari album “Guardians of Flame” (1983 dan di re-issued pada tahun 2002), “A Cry In The Night” termasuk ballad sederhana tetapi indah. Virgin Steele memiliki beberapa kemiripan dengan Manowar, walau tetap memiliki ciri musik sendiri yang mereka sebut “barbaric romanticism”.

Page Facebook ReviewMusik

(Visited 139 times, 1 visits today)

3 thoughts on “Ballad Metal Terbaik Part 2

  1. untuk lagu poison, selain every rose tentunya, saya suka banget intro lagu life loves a tragedy….pas bagian.. she’s all….terdengar seperti bisikan tertahan…duh, memelas, tapi keren lho… 😀

  2. wow, keren2 balladnya. Emang kalo band metal paling jago buat lagu ballad. Kalo ane selain lagu2 itu ada juga forever sama land of ice and snownya stratovarius, farewellnya avantasia, never let you gonya whitelion, when im gonenya power quest, glory to the bravenya hammerfall, solitary shellnya dream theater, the questnya galloglass, lease of lifenya angra, the misery ma shynya sonata arctica, only be lonelynya annihilator, ddl deh, soalnya banyak bgt lagu2 ballad yg ane suka dari band2 metal, terutama power metal, hehe..

Leave a Reply