God Of War III – Blood & Metal (2010)

gods-of-war-iii-blood-and-metal

Pertarungan Dewa-dewa Metal

God Of War III: Blood & Metal merupakan EP (Extended Play) atau mini album dari sebuah video game God Of War III, yang dibuat khusus untuk platform PS3. Sulit bagi penggemar metal untuk tidak melirik EP ini, berhubung band pengisinya adalah nama-nama seperti Dream Theater, Opeth, Trivium (dan band lainnya yang kebetulan saya belum pernah dengar). Tapi cukup ada 3 nama itu sudah membuat kuping penasaran.

1. Killswitch Engage – My Obsession

Intro yang menjanjikan, penuh energi dan cadas, man! Riff melodiknya mengingatkan saya dengan “Flash of the Blade“-nya Iron Maiden, walaupun seksi vokal nggak ikutan mirip Bruce Dickinson, karena suara yang terdengar adalah vokal kasar ala thrash metal. No problem! Masih cocok dengan musiknya. Sayang, musiknya melemah ditengah lagu, tempo melambat dan menjadi antiklimaks untuk sebuah lagu yang awalnya bikin head-banging.

Score: 3/5

2. Trivium – Shattering The Skies Above

Trivium tampil dengan lagu yang menawarkan salah satu ciri khasnya: gempuran double bass pedal super cepat, blast beat dah pokoknya. Tetapi sang drummer bukanlah Travis Smith yang memang terkenal dengan speednya, posisinya telah digantikan oleh Nick Augusto, dan hasilnya tidak mengecewakan. Buat saya, Shattering The Skies Above merupakan lagu terbaik di EP ini, gimana nggak, teknik permainan, aransemen, struktur dan komposisi lagu, semuanya kelas berat, tapi nuansa nikmatnya masih tetap lebih kentara daripada nuansa rumitnya. Karena Matt Heafy dkk memang tau benar bagaimana meramu musik metal, kapan harus memperdengarkan teknik gitar palm-mute yang cepat, kapan double bass drumming ditonjolkan, kapan perlu growling sampai seolah isi perut keluar, semuanya ditampilkan dengan timing dan porsi yang sangat pas.

Score: 5/5

3. Dream Theater – Raw Dog

Kebalikan dari Trivium, Dream Theater menawarkan lagu yang lebih bernuansa rumit dibandingkan nikmatnya. Lagu ini instrumental (sayang juga, kalau nggak James LaBrie pasti jadi vokalis bersuara paling bening di EP ini), durasinya 7 menit lebih, tetapi terlalu banyak pengulangan yang mendominasi di sekitar 3 menit pertama dan sekitar 2 menit terakhir. Soal skill tidak perlu dipertanyakan, dan masih ada beberapa moment asyik, tapi secara keseluruhan seperti jam session dan saya percaya lagu ini tidak dibuat dengan serius oleh Dream Theater.

Score: 2/5

4. Taking Dawn – This Is Madness

Dibandingkan lagu-lagu sebelumnya, “kandungan metal” This Is Madness lebih ringan. Duet permainan gitar yang lincah dan melodik mendominasi keseluruhan lagu, biarpun vokalnya standar saja. Tapi dengan ciri bermusik seperti ini, Taking Dawn berpotensi menghasilkan lagu-lagu yang menarik.

Score: 3/5

5. Opeth – The Throat Of Winter

Opeth jelas berpotensi menghasilkan lagu-lagu yang rumit. Seperti The Throat Of Winter ini, walaupun tidak bercorak metal dan banyak didominasi akustik. Saya pribadi nggak bisa menikmati lagu ini, yang mungkin memang perlu mood khusus. Tapi harus diakui, tidak mudah membuat lagu sejenis ini, bukan hanya dari skill permainan akustik dan aransemen keseluruhan, tetapi juga pemilihan nada yang unik.

Score: 2/5

6. Mutiny Within – The End

Berbeda dengan lagu lainnya, yang menonjol dari lagu ini adalah bagian vokalnya, yang dibuat berlapis dan bersahutan antara vokal yang growl dan clean, sebenarnya mirip Trivium, hanya saja Trivium membagi porsinya dengan sangat seimbang sehingga vokal bukanlah satu-satunya yang menarik perhatian. Setidaknya, lagu ini cukup memorable.

Score: 3/5

(Visited 87 times, 1 visits today)

Leave a Reply