Ong Bak 2 (2008)

ongbak2
Ong Bak 2 merupakan film action/martial art buatan Thailand dengan bintang laga Tony Jaa, biarpun berjudul Ong Bak 2, tetapi film ini bukan sequel dari Ong Bak: Muay Thai Warrior (2003), tapi justru merupakan prequel (cerita sebelumnya).

Kisahnya juga nggak rumit-rumit banget, bermula dari upaya penyelamatan seorang anak bernama Tien, yang akhirnya bertemu dengan sekelompok bandit dengan kemampuan martial art yang tinggi, Tien kemudian dilatih untuk menjadi pemimpin berikutnya kelompok tersebut. Selanjutnya banyak terjadi flashback, bahwa Tien kecil dikirim untuk belajar nari, lalu orangtua Tien dibunuh oleh pemberontak kerajaan.

Tien yang sudah sakti, bertekad balas dendam atas kematian ortunya, kalo kata Julius Caesar: saya datang, saya lihat, saya menang (veni vidi vici), kalo Tien: Saya datang, saya lihat, saya hajar, dan saya kalah! Yaaa.. udah capek-capek hajar puluhan orang sana-sini, sampai dibantuin gajah segala, tau-taunya keok… dan lebih parahnya lagi, muncul tulisan di layar bioskop “periksa barang bawaan anda sebelum meninggalkan gedung pertunjukan” alias the end!

Ong Bak 2 rencananya akan bersambung ke Ong Bak 3, jadi walaupun endingnya nggak banget, terpaksa harus tetap ditonton bagi yang pengen nonton Ong Bak 3 nanti. Jadi sekarang saya ceritakan bagus-bagusnya dulu, supaya masih niat nonton Ong Bak 2.

1. Brantemnya masih seru, banyak teknik baru yang belum pernah diperlihatkan Tony Jaa di film-film sebelumnya. Misalnya teknik kuncian armbar dan teknik lain yang sering diperagakan aliran jiu-jitsu dan kompetisi martial art, jurus mabuk, jurus jalan di atas gajah (kalo di Ong Bak yang pertama, sudah didemonstrasikan jurus jalan di atas orang), dan penggunaan beragam senjata. Pokoknya (masih) seru deh.

2. Filmnya cukup berseni, walaupun mungkin subyektif. Tapi sinematografinya mengingatkan saya dengan film 300, sepertinya Ong Bak 2 memang diarahkan seperti film komik, mungkin bisa jadi inspirasi sineas Indonesia untuk membuat film dengan pendekatan yang sama, saya bayangkan kalo ada film Si Buta Dari Goa Hantu dengan nuansa seperti 300 atau Ong Bak 2, pasti keren dan membanggakan, asal jangan ngasal ngejiplak karena banyak unsur-unsur budaya Indonesia yang bisa ditampilkan, termasuk martial art-nya.

3. Tony Jaa tampil dengan rambut gondrong sepundak, jadi lebih garang tongkrongannya.

Tapi supaya adil, saya tampilkan juga jelek-jeleknya (rupanya masih ada yang jelek selain ending yang ngegantung).

1. Nggak ada musuh yang mengesankan, kalo seperti Ong Bak yang pertama, kan ada musuh yang jago thai boxing, di Tom Yum Goong lebih asyik lagi, ada capoeira fighter, wushu fighter, sampai wrestler. Sebenernya ada sih musuh yang keren di Ong Bak 2, tapi baru nongol di akhir film, yaitu ninja yang mengalahkan Tony Jaa… eh, Tien, di atas gajah.

2. Banyak adegan yang ngebosenin, seperti adegan nari-nari, terlalu panjaaanng dan kesannya seperti memperpanjang film supaya bisa nyambung ke Ong Bak 3 (Ong Bak 3 baru direncanakan setelah pembuatan Ong Bak 2 sudah harus kejar tayang).

Ong Bak 2 ini kalau dilihat, sebenarnya kurang nyambung dengan Ong Bak, dan terlalu dipaksakan berjudul Ong Bak 2, mungkin dengan pertimbangan bisnis mengingat Ong Bak yang sukses di pasaran. Kalau tertarik melihat beberapa klip pembuatan Ong Bak 2, bisa dilihat di http://tonyjaa.blog.fr atau youtube.com. Secara keseluruhan, menurut saya masih lebih bagus Ong Bak: Muay Thai Warrior atau Tom Yum Goong (terutama adegan laganya, itu kan alasan kita nonton film Tony Jaa?), mudah-mudahan Ong Bak 3 yang rencananya akan keluar akhir 2009 dapat lebih mantap lagi.

 

(Visited 112 times, 1 visits today)

5 thoughts on “Ong Bak 2 (2008)

  1. gong xi fa chai pak.. itu emang maksudnya tom yam, bingung kan kok bisa jadi judul pelem bak bik buk 😮 tony jaa emang nasionalis pak, semua yg berbau thailand udah ditampilin: tom yum, gajah, muay thai, sampai bancinya juga ada (musuhnya di tom yum goong) kekekeke

  2. Thanks for your coming and comment… Btw, PARTELON ato PERTELON adalah bahasa Madura yang artinya PERTIGAAN. Mengapa saya pake kata itu untuk blog saya? jawabannya bisa macem-macem. Yang jelas rumah tempat saya tinggal deket banget dengan “partelon”, gicu…:-)

Leave a Reply