Filosofi Value & Price

Filosofi ini saya pelajari dengan membaca buku-buku mengenai engkong Warren Buffett, dan pada puncaknya untuk menuntaskan semua rasa penasaran, dengan kalap dan setengah histeris saya pergi ke toko buku, menyambar buku The Intelligent Investor karangan engkongnya Warren Buffett, yaitu Benjamin Graham, dan melesat keluar toko buku, tentunya setelah membayar dengan lembaran terakhir yang tersisa di dompet dan membayangkan makan kwaci dalam 3 hari ke depan.

Buku ini sudah lama menjadi idaman saya, saya punya e-book gratisnya dalam bahasa Inggris. Tapi karena sejak kecil saya terpisah dengan engkong Buffett (tepatnya belum pernah ketemu), maka agak-agak migren saya baca Inggrisnya, apalagi baca di layar monitor. Masalah lainnya adalah harga bukunya yang agak mahal karena tebalnya juga 700-an halaman.

Buku The Intelligent Investor, semakin mengukuhkan filosofi value & price, tapi buku ini mungkin tidak menyebutkan kata itu lho, bacanya juga belum selesai, tapi yang saya tangkap adalah nuansanya, yang memang sangat berciri jiwanya Warren Buffett. Di sini saya akan jelaskan apakah filosofi value & price, sehingga Anda dapat menghemat uang daripada beli bukunya. Tapi beli bukunya juga tidak rugi, tergantung apakah ada valuenya bagi Anda.

Mula-mula, kita harus mengenal definisi value dan price. Value adalah nilai, sedangkan price adalah harga. Contohnya Anda ke toko sepatu dan melihat sepatu berharga 500ribu, maka 500ribu adalah price/harganya. Lalu value-nya apa? Jangan bingung mencarinya, banyak orang yang akan langsung otomatis mencari valuenya, dengan komentar-komentar:

– Gila mahal amit, sekali kena banjir juga rusak! (value lebih kecil dibanding price).
– Memang segitulah harganya, di mana-mana juga sama (value sama dengan price).
– Itu kan sepatu yang dilempar ke George Bush! Ada tuh yang mau beli miliaran! (value lebih besar dari price).

Jelas, kan? Filosofi sederhana tetapi jika Anda hidup dengan filosofi tersebut, akan terbentuk karakter seorang winner! Ya, WINNER saudara-saudara!! (ngomongnya sudah kayak motivator beken), 1% diantara populasi umat manusia!! Dan semua orang bisa melakukannya!! Tapi nanti bukan 1% lagi dong, kalau begitu terpaksa saya ralat, tidak semua orang bisa melakukannya! (Woooo… peserta langsung bubar, setelah ngambil makan siang gratis).

Jadi, rahasia sukses adalah: saat Anda mampu mendapatkan value yang lebih besar dari price. Pedagang, dong? Bukan pedagang biasa, tetapi pedagang pintar (kata bang Benjamin Graham, pemenangnya adalah Intelligent Investor). Misalnya di bursa saham, ada buyer dan seller, tetapi pemenangnya adalah yang mampu melihat saat value lebih besar dibanding price. Apakah mudah? Tentu, semudah saat Paman Gober mampu mencium bau emas di tumpukan sampah dari jarak 1 kilometer, hahaha… Lesson learned: tidak ada jalan mudah untuk hal yang memang jarang dicapai orang lain.

Filosofi value & price tidak melulu masalah duit, contoh: Anda sedang berjalan dengan santai saat “dezziinngg…” terjadi tabrakan antara bajaj dan kereta api, Anda melihat masinis kereta api tergeletak tak berdaya di tanah, sementara supir bajaj dengan sigap melompat keluar dari bajajnya yang gepeng dan mencoba menolong sang masinis (nggak usah protes gimana ceritanya sampai bisa begitu). Karena Anda baru saja membaca blog ini, maka Anda mengeluarkan notebook dan mulai berhitung:

– Apa valuenya saya ikut menolong masinis? Rasanya tidak ada, padahal saya banyak kerjaan, kebun belum diurus dan ada film DVD horror yang belum ditonton, waktu saya akan tersita, semua itu adalah price yang harus dibayar kalau saya menolong sang masinis.
– Valuenya adalah rasa kemanusiaan, kewajiban menolong, mungkin nanti dapat pahala, atau bisa kawinin anaknya masinis yang mungkin cakep.

Dan saat Anda masih bingung memutuskan, sang masinis sudah berdiri di samping Anda, “notebooknya bagus ya mas, beli di mana?”. Apakah Anda menangkap pointnya? Di sini mungkin Anda masih dalam tahap belajar menjalankan filosofi value & price Anda sendiri, dan hasilnya tidak seperti yang diharapkan, hal yang wajar karena menemukan VALUE adalah sebuah proses, dan uniknya lagi, value masing-masing orang berbeda. Saya membaca bahwa pandangan Warren Buffett dan George Soros bisa jadi berbeda, tetapi value yang mereka terapkan sama-sama berhasil untuk diri mereka.

Saat value telah ditemukan, karakter sudah terbentuk, menjalankannya semudah otomatis menginjak rem saat ada belokan tajam, atau tancap gas saat lampu hijau menyala 20 detik lagi, semuanya dilakukan secara spontan.

Karakter akan mengarahkan hidup Anda, tapi ke arah mana? Filosofi value & price, menurut saya akan mengarahkan kita ke karakter engkoh glodok, eh salah… ke arah karakter yang menghargai VALUE hidup ini, dan bukan menilai hidup dengan bandrol PRICE seperti: ah itu udah takdirnya, saya o’on, saya hebat, saya lucu, saya cute, saya kere, saya keren, dan seterusnya.

Semoga bermanfaat, saya mau lanjutkan dulu bacanya 🙂

(Visited 54 times, 1 visits today)

9 thoughts on “Filosofi Value & Price

  1. Wah mas…700 halaman berapa harganya tuh…..

    Orang menganggap value suatu benda bernilai atau tidak tergantung dari kondisinya ya mas….

    makanya mahal atau murah relatif….Nasi rames berharga 100.000 per porsi mungkin akan murah sekali kalau rames itu adalah rames terakhir

  2. ga ah, soal nya ada puluhan buku gratisan dari si om bill pintu gerbang masih nangkring dengan indah di book case dan ga ke sentuh 🙁

  3. Mas Joko..say mau tanya apakah..dalam hubungan antar teman di Indonesia ini ( Terutama ) yang dinilai oleh masyarakat Value nya atau Price” nya… ? Bila jawaban nya Value…, Kok saya tidak Pernah Menemukan kondisi itu…baik di pengalaman saya maupun orang lain..?

  4. kalo pertemanan sih biasa begitu pak :p kan sampai ada sindiran klo mo cari best friend, buy a dog. hehehe… ngga usah dipikirin pak, itu cocok2an, saya pernah baca warren buffett juga ngga mau kerjasama dengan orang yg secara personal dia ngga demen, kira2 begitu… doi lebih suka menghindari naga daripada mikirin atau ngebunuh naga itu.

Leave a Reply