Kesalahan Umum Dalam Berbahasa Inggris (Bagian 2)

Ternyata bukan cuma novelnya faraway eve yang bersambung di blog ini, tapi daftar kesalahan umum dalam berbahasa Inggris juga bisa bersambung 🙂

Sebelumnya terima kasih pada Mr. Herman Saksono yang memberikan sidelinks di blognya, yang juga memperkenalkan pembacanya pada web cerita gotong-royong yang luar biasa lucunya, yaitu http://cerpenista.com, Mr. Gatot Ari Wibowo dan Embun yang memberikan masukan (ijin ya bro/sis nulis masukannya), Mr. Johan, Mr. M. Dedi Iskandar, dan semua pembaca-pembaca yang budiman… duh kayak mau pidato aja.

Untuk kesalahan pengucapan/pronunciation, kalau mau dengar pronounce yang benar bisa check/dengar langsung di website http://www.howjsay.com atau website lain yang menyediakan fasilitas yang sama.

1. Shopping Cart.

Kesalahan yang sering terjadi:

pengucapan Cart (pada Shopping Cart) menggunakan “c” seperti mengucapkan kata Chart, yang benar adalah menggunakan “k” seperti mengucapkan “Kart”. Kesalahan lain adalah “Shopping Cart” ditulis menjadi “Shopping Chart”.

2. Handicraft.

Kesalahan yang sering terjadi:

ditulis handycraft.

3. Theme.

Kesalahan yang sering terjadi:

diucapkan seperti mengucapkan “them”.

4. Fulfill.

Kesalahan yang sering terjadi:

dituliskan dengan fullfill.

5. Pronunciation.

Kesalahan yang sering terjadi:

dituliskan dengan Pronounciation (karena kata dasarnya pronounce)

6. Maintenance.

Kesalahan yang sering terjadi:

dituliskan dengan maintainance (karena kata dasarnya maintain)

7. Vehicle.

Kesalahan yang sering terjadi:

diucapkan: “vihaikel”… yang benar adalah seperti vi-ekel (huruf “h”-nya tidak jelas), untuk jelasnya check di http://www.howjsay.com

8. Hidden.

Kesalahan yang sering terjadi:

diucapkan dengan “haiden” (mungkin karena kata dasarnya hide), yang benar adalah hid-den.

9. Gauge.

artinya meteran/pengukur, misalnya kalo loading atau install aplikasi ada progress barnya, kata dosen saya (waktu jaman kuliah) itu disebut gauge. Sayangnya si dosen itu salah pengucapan, dia nyebutnya seperti “gauch”, yang benernya silakan check di http://www.howjsay.com (susah nulisnya!)

10. Dumbbell.

Kesalahan yang sering terjadi:

dituliskan dengan dumbell.

Udah 10 dulu deh, berdasarkan masukan dari teman-teman dan nyari-nyari. Kalau ada yang salah mohon dikorek…si 🙂

Baca bagian 3.

(Visited 437 times, 2 visits today)

4 thoughts on “Kesalahan Umum Dalam Berbahasa Inggris (Bagian 2)

  1. boleh nambahin mas?
    banyak blogger yg bilang kalau hasil tangkapan layar adalah “skrinsyut” (dari kata “screenshoot” ???), padahal sebenarnya lebih tepat kalau dibaca “skrinsyot” (dari kata “screenshot”).. bener gak sih..

  2. Pak Joko, saya merasa menemukan seseorang yang selama ini saya cari-cari, yaitu orang yang sependapat -dan sedikit ngotot :-)- dengan saya dalam masalah kesalahan spelling & pronunciation Bahasa Inggris ini. Sedikit bercerita dan “sedikit” ngomongin orang yah…:-)

    Dulu waktu kuliah semester 1 & 2 (th. 97/98), saya sering mengalami "konflik" sama dosen Bhs. Inggris di kampus. Beliau, yang (katanya) merupakan lulusan terbaik di angkatan Beliau sewaktu lulus dari kuliahannya, ternyata dalam pengamatan (ehem…) saya selang beberapa waktu saja sejak hari pertama saya menjadi salah satu mahasiswanya, entah itu spelling, pronunciation, grammar, etc. Beliau SANGAT TIDAK memuaskan saya (seorang). Saya sudah sering mendapat tatapan rasa tidak senang dari Beliau setiap kali saya secara terang-terangan mengkritik dan mencoba menyampaikan pendapat saya kepada Beliau.

    Tentang pronunciation sendiri, Pak Joko bisa lihat posting-an saya di Yahoo! Answers pada link berikut ini.

    http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081205210311AAUYvb1&r=w

    Kata-kata Bhs. Inggris yang saya sampaikan di posting-an itu benar adanya (saya sendiri yang pernah “menyaksikan” kesalahan pengucapan and/or penulisannya saat saya masih kuliah dulu bareng temen2, baik di dalam maupun di luar kampus). Masih ada kata-kata Bhs. Inggris lain yang tidak sempat saya masukkan di postingan tersebut.

    BTW, kata “pronunciation” sendiri sepertinya sering salah ditulis dengan “pronounciation” karena mungkin sang penulis mengambil dasar dari verb “pronounce”.

    Oya, sering juga ada kata-kata seperti: “bullet” yang dibaca “balet” (“bul” dibaca “bal”, mungkin ikut cara bacanya “dust”, “hut”, “gut”, dll – tanpa menyadari bahwa “pull” dan “push” pun, saya yakin, tidak dia baca “pal” dan “pas”), “urgent” (yup betul, ada yang baca “arjen”, dan ada pula yang bacanya “urjen”, tergantung ‘selera’…), “surprise” dibaca “surprais” (sebagaimana halnya “support”) dan lain-lain.

    Untuk list kesalahan-kesalahan pronunciation yang ada (yang sebagian besar pernah saya “saksikan” sendiri), mungkin yang di bawah ini bisa jadi tambahan:

    1. Bridge
    Orang yang dulu saya kenal bacanya “braij”, seperti baca kata “bride”), dan dia tetap ngotot ketika saya bilang “brij”, dia berkali2 ingin “meng-koreksi” saya.
    -> Sepertinya semua vowel “i” pada kata apapun harus dibaca “ai”.

    2. Balance
    Sebagian besar diantara temen2 saya di kelas bacanya “belens” atau “belen”

    3. Welcome, handsome, lonesome
    Apakah kelompok kata dengan akhiran 3 huruf “ome” pada kata2 di atas dibaca “welkAm”, “hensAm”, dan “lonsAm”, instead of “welk

    4. Outbound, mouse, sound, etc.
    Saya lebih sering denger orang bilang “otbon”, “mos” dan “son” daripada bilang “autbaun”, “maus” dan “saun”.

    5. Great
    Ada yang ngucapin kata ini dengan “grit”, sama persis dengan pronunciation-nya “greet”, bukannya dibaca “greit”. Kalo “treat”, dibaca “trit” sih oke kali, yah…

    6. Provider
    Banyak orang bilang “provaider”, bukannya “prevaider”

    7. Event vs Even
    Pernah denger orang ngucapin huruf kedua dari kata “event” sama kayak dia baca huruf “e” pada kata “kelas”, bukannya huruf “e” pada kata “eja”? Saya sering mendengarnya. Orang bilang “Event” dengan pronunciation yang sama dengan “even”.

    8.The One
    Temen saya bilangnya “di wan”. Saya pikir, bacanya “de wan”, karena meskipun huruf pertama pada kata yang dihadapi oleh “the” adalah vokal, tapi bacanya “konsonan”. Beda kalau baca “The Online” (dibaca: “di onlain”), misalnya. CMIIW

    Itu beberapa kata yang saya pikir tiap kata tsb. dapat mewakili beberapa kata yang spelling-nya menggunakan “pola tertentu”,
    dalam arti mengandung kombinasi huruf vokal yang sama, seperti “bound”, “mouse” dan “sound”, yang untuk pronunciation semua “ou”-nya dibaca “au”. Meskipun demikian, pola ini tidak selalu demikian, bahkan dalam kata-kata yang hampir sama persis (i.e. dengan hanya 1 huruf berbeda), pengucapannya tetap berbeda, seperti dalam kata “soul” dan “foul”.

    Tadi tentang pronunciation. Sekarang, tambahan untuk spelling, saya sering melihat penulisan kata-kata sebagai berikut:

    1. Grateful
    Maksud Beliau (orang yang sudah bergelar “Dr” – S3, lho) adalah kata yang berarti sama dengan “thankful”, akan tetapi yang dia pergunakan bukannya “GrATEful”, malahan “GrEATful”. Sounds ridiculous, huh? 🙂

    2. Thanks
    Ada teman saya yang nulisnya “Thank’s”, bukannya “Thanks”. Maksud dia, katanya, bahwa “Thank’s” ini artinya “Terima kasih adalah” (seperti pada contoh ucapan “Thank’s for coming” – versi dia: terima kasih adalah untuk kedatangannya”… hehe…).

    3. An Hour
    Orang yang saya kenal nulisnya “a hour”, karena yang dicantumkan setelah indefinite article tersebut adalah noun dengan huruf pertama vokal. Jadi, dia pake article “a”, instead of “an”. Tanggapan Anda?
    Link: http://en.wikipedia.org/wiki/A_and_an

    4. Aging, taking, diving, racing, etc…
    Pernah liat iklan kosmetik di TV dengan tulisan “Anti Ageing”? Saya kira, spelling-nya yang benar adalah “Anti Aging”. Maksud
    saya, “Aging” itulah penulisan yang benar, bukannya “Ageing”. Kata ini sama dengan kata “taking”, “diving”, “racing” dsb.
    dalam hal penulisan dari kata dasarnya, yaitu “(to) take”, “dive”, “race” dsb.

    5. Myself, firework, etc
    Saya sering liat temen nulisnya “my self”, bukannya disatuin jadi “myself”. Juga pernah lihat orang (bahkan di iklan TV) nulisnya “fire work”.

    6. Look forward to
    In tentang verb yang diikuti preposition. Namanya apa yach? Mohon diinformasikan. Iya, the point is, ada beberapa orang yang saya kenal menggunakan phrase “look forward”, tapi bukannya diikuti “to”, melainkan dengan “for” –> Look forward for.
    Bukankah seharusnya “look forward to”, diikuti dengan noun, atau gerund (e.g. “I’m looking forward to SEEING you soon”).

    Mohon maaf kalau komentar saya terlalu bertele-tele dan sok akrab… 🙂

    Demikian, dan terima kasih.

    P.S. (Banyak, lho, N.B.-nya…)
    – Dulu saya (waktu masa-masa SMA di tahun 95-an) pernah baca buku yang, seingat saya, berjudul "Salah dan Benar dalam Bahasa Inggris" karya: Murdibjono. Di situ banyak sekali diinformasikan beragam kesalahan dalam pemakaian Bahasa Inggris. Buku itu menjadi semacam inspirasi bagi saya untuk sedikit berminat mempelajari Bahasa Inggris sejak kelas 2 SMA.
    Salah satu link untuk buku tersebut di atas: http://lib.atmajaya.ac.id/default.aspx?tabID=61&src=k&id=45113
    – Mungkin kita perlu memperhatikan penulisan kata-kata yang di mengandung gabungan 2 huruf vokal seperti: ea, oo, dan ou (ada yang lain?), karena banyak di antara kata-kata dengan gabungan huruf vokal ini yang sering “disalahkaprah” penulisan dan atau pengucapannya.
    – Saya sendiri pun masih banyak kesalahan dalam penulisan kata-kata bahasa Indonesia, maklum pengen nulis lbh cpt… 🙂
    – BTW, kata “fortune” tuh dibacanya “forcen” apa “forcun” ya? Soalnya ada lagu Barat yang judulnya “Soldier of Fortune”, pas dinyanyiin ama vokalisnya dibaca “Soljer ef forcun”.

    Duh, mohon maaf kalo saya terlalu bertele-tele ya, Pak… Makasih… 🙂

Leave a Reply