10 Alasan Untuk Bye Bye Buy Call

Profit 1000% in ONE single day !!! Begitu kira-kira iklan seminar options yang bikin ngiler, dan memang tujuannya untuk bikin ngiler. Apakah profit sebesar itu bohong? Tentu tidak!

Cara yang paling umum untuk mencapainya adalah dengan strategi Buy Call, yang memungkinkan untuk profit UNLIMITED.
Bahkan Buy Put saja tidak unlimited (limit profit bagi pemegang Buy Put adalah saat perusahaannya bangkrut atau sahamnya seharga 0) sementara Buy Call, profit naik seiring kenaikan harga saham perusahaan, dan kenaikan harga saham tidak ada batasannya.

Sayangnya tidak semudah itu mendulang dollar ke kantung kita, buat saya, justru Buy Call adalah strategi yang harus dihindari, dan berikut adalah alasan-alasannya:

1. Newbie

Menurut wikipedia.org, Buy Call adalah strategi yang sering digunakan oleh trader novice, dan novice bisa diartikan newbie, newbie bisa diartikan belum berpengalaman, dan trader yang sukses kebanyakan BUKAN trader newbie.

Saya kutipkan dari http://en.wikipedia.org/wiki/Options_strategies :
“The most bullish of options trading strategies is the simple call buying strategy used by most novice options traders.”

2. Bukan INSTANT Tetapi KONSTAN

Menurut kelompok musik legendaris Queen: “too much love will kill you”. Di dunia Options berlaku: “too much buy call will kill you”. Hanya trader yang ingin profit instant yang sering bermain buy call, memiliki banyak posisi sekaligus (dan buy call semua).

Dalam berinvestasi, kuncinya adalah konstan, dan bukan instant.

Trader pemuja buy call bisa saja profit 1000% in one night, tapi bagaimana jika dihitung dalam 1 tahun, 2 tahun, 10 tahun? Tidak mungkin kita ingin bermain options sekali win langsung quit bukan? Pasti kita ingin terus bermain dan melipatgandakan keuntungan, selama mungkin.

3. Figur Panutan

Adakah figur trader dengan senjata buy call yang sukses luar biasa, kekayaannya murni didapat dari trading buy call, bukan omong kosong, dan dapat bertahan lama secara konsisten? Saya belum pernah melihatnya, tapi investor yang sukses sudah terbukti, seperti Warren Buffett atau Nicolas Darvas. Untuk menjadi “murid” Buffett tidak perlu dengan jalan memborong saham Cocacola, hal yang terutama adalah memiliki pemikiran jangka panjang, seperti Warren Buffett.

4. Profit Besar (Dalam Waktu Singkat) = Resiko Besar

Kalau kita mengharapkan mendapatkan profit besar dalam semalam, maka resikonya pasti juga besar. Tapi bukankah resikonya terukur? Alias max. loss adalah total premi, ya… tetapi apakah worth it kehilangan uang (walaupun relatif kecil) dalam waktu singkat?

5. Profit Besar (Dalam Waktu Singkat) = Probabilitas Kecil

Melengkapi point 4, point ini membuat strategi Buy Call semakin wajib dihindari.

6. Rahasia Investasi: Money Management?

Sering kita dengar, buntut-buntutnya adalah money management. Seolah-olah money management adalah rahasia terbesar berinvestasi. Yang benar adalah, jika belum menguasai money management, sebaiknya jangan berinvestasi.

Karena money management adalah hal yang dasar sekali yang seharusnya sudah kita lakukan sejak kecil sampai sekarang, entah dalam bentuk menabung di celengan, membatasi jajan, merencanakan keuangan keluarga, dan seterusnya yang kadang malah lebih rumit dibandingkan hitung-hitungan investasi.

Money management bukan secret, tapi requirement, jangan salah menggunakan money management. Misalnya kita menyiapkan dana 30% dari total modal untuk transaksi, maka menggunakan buy call untuk mengolah 30% itu merupakan money management yang mengerikan.

7. No Return

Kalau komputer crash, masih ada tombol reset untuk mengembalikan kondisi. Tapi tidak ada tombol rewind, reset, atau panic button untuk Buy Call yang expired worthless, dan kemungkinan expired worthless cukup tinggi.

Apakah obatnya dengan membeli options dengan expiration jangka panjang? Tidak juga, bayangkan hari ini Anda Buy Call AAPL dan mengeluarkan $2000 yang relatif mahal karena expiration yang panjang, besoknya AAPL down dan harga options Anda menjadi $1500, apakah Anda bisa dengan tenang mengatakan rugi $500 tidak apa-apa, kan expirednya masih panjang? Hal itu justru membuat Anda terperangkap dalam floating loss sambil menunggu AAPL naik lagi, sementara semakin hari harga options terkikis oleh time decay.

8. Jangan Salah Logika

Salah satu salah logika yang pernah saya alami adalah sebagai berikut:

Masa kalau saya buy call AAPL hari ini, dalam 6 bulan harga saham AAPL tidak pernah lebih tinggi dari sekarang? Kemungkinan yang kecil, karena itu, seharusnya probabilitas buy call dengan expiration > 6 bulan adalah tinggi.

Mengapa logika tersebut salah? Memang benar kemungkinan besar AAPL dalam 6 bulan akan pernah mencapai harga yang lebih tinggi dibandingkan saat kita membelinya hari ini. Tapi kapan itu terjadi? Tidak ada yang mengetahui, bisa saja terjadi 5 bulan kemudian, pada saat options call kita umurnya sudah tinggal 1 bulan, sehingga biarpun harga AAPL mencapai harga yang lebih tinggi dibandingkan saat pertama kali kita beli, tetapi harga options kita tetap lebih rendah (nggak balik modal!) karena terkikis time decay atau faktor lainnya seperti volatility.

9. Kan Ada Stop Loss?

Stop loss bukan jaminan keamanan, kalau pada saat market buka harga saham langsung anjlok jauh dibawah stop loss, kita tetap akan rugi banyak jauh dari hitungan stop loss yang kita pasang.

10. Options Bukan Hanya Buy Call

Artinya, masih BANYAK kemungkinan strategi lain yang relatif lebih baik dibandingkan dengan buy call. Proses belajar harus terus berjalan, tapi hati-hati juga, bye bye buy call tidak berarti strategi selain buy call selalu lebih baik!

 

(Visited 80 times, 1 visits today)

8 thoughts on “10 Alasan Untuk Bye Bye Buy Call

  1. oops.. ampe lupa ngasih tau definisi buy call.. thx pak ingetin.

    buy call adalah strategi options yg mengharapkan saham naik/bullish.

    contoh:

    saham Apple Inc (AAPL), sekarang harga sahamnya $163.57.

    kita bisa beli buy call AAPL expired Jan09, strike price $165, harganya $19.60 x 100 = $1960

    jadi rulenya:
    – kita keluar duit $1960
    – kalo harga saham apple naik, misalnya besok jadi $170, harga options kita ikut naik (walaupun ga setinggi kenaikan saham)
    – options yg udah naik itu, bisa kita sell lagi *buy low sell high*
    – kita punya waktu sampai jan09, kalo jan09 saham apple diatas $165, optionsnya pasti masih ada harganya, klo dibawah itu, pasti hangus *hilang $1960 dalam 5 bulan*

    itu gambaran kasarnya aja 🙂

  2. Wah telat saya mbaca blogger anda ini pak Joko, saya newbie dengan options.. baru sebulan ini saya main options dan saya main buy call/buy put… Minggu2 pertama memang saya sempat merasakan untung yang lumayan.. setelah itu market bearish semua dan satu persatu saham2 yang saya pasang mulai “nyangkut” .. Pak Joko bisa bantu saya gak.. gimana caranya saya keluar dari masalah ini.. saya cari emailnya tdk ketemu.. saya bisa di hub di lebona70@yahoo.com … Terima kasih

  3. ikuta jawab ah…?

    1. bukannya pemain options yang sukses, bermain dengan buy call/put sebelumnya?

    2. profit instan? tergantung anda memperlakukan strategi buy call itu juga, kita kan bisa saja mengunakan buy call/put dengan cara konservatif

    3. kesalahan fatal anda di sini, anda bicara options buy call tapi membandingkan dengan warren buffet, harusnya anda cari figur pemain options yang tidak main buy call, bukan bandingin sama warren buffet..
    itu namanya jaka sembung bawa golok

    4. sekali lagi, mindset anda ttg buy call harus berubah dulu, ngga selalu strategi buy call di tujukan untuk mencari profit besar, kembali ke mindset anda, kalau kita buy call untuk profit konstan, artinya buy call/put hanya mencari keuntungan sedikit saja, ada salahnya? yang salah adalah mindsetnya bukan strateginya

    5. melengkapi juga, tergantung mindset anda kan?
    pisau kalau buat motong sayur sangat berguna, tapi pisau juga bisa dong untuk membunuh orang? tergantung mindset kan?

    6. kembali lagi ke mindset, anda gunakan buy call di strategi apa? di earning? atau di profit kecil dan konstan dengan entry yang ketat dan parameter yang ketat? mindset yang harus diperbaiki

    7. anda masuk posisi LEAPS Call AAPL ketika harga AAPL menyentuh harga tertinggi dan mengenai traget pricenya, bukan kah itu tindakan bodoh ?
    jadi kembali lagi ke mindset dan cara trading yang benar, buy call bisa benar asal kita tahu saat masuk dan saat keluarnya
    kalau anda kasih contoh beli AAPL di harga tingginya, LEAPS, ya mindset anda sangat kerdil dong…

    8. mindset lagi, anda memberi contoh seolah anda itu seorang bodoh yang tidak tahu cara masuk dan ambil posisi yang benar, kalau pemain options buy call/put yang di contohkan oleh anda itu seorang bodoh dalam bermain options, sampai tidak tahu cara yang benar masuk posisi, pemilihan sahamnya, bolehlah anda bikin artikel panjang lebar tentang bye bye buy call
    tapi apakah sebodoh itu sampai seorang pemain options asal milih aja dalam hal masuk posisi?
    maka yang benar kembali lagi ke mindset dan ketajaman analisa pemain options itu sendiri,

    9. anda membuat pernyataan dengan versi anda terus, kalau anjlok, kalau turun..
    semua investasi kalau kita sebutkan arah berlawanannya, ngga akan ada yang mau main di trading..
    sama aja gini, anda bilang sama teman anda, jangan naik pesawat, kalau jatuh gimana? kalau meledak gimana? kalau ada teroris gimana? kalau ada gas beracun gimana? ya ngga naik pesawat temen anda kan?
    kenapa ngga ada bilang naik pesawat cepet sampai, tapi ada resiko sperti itu, yang penting anda kasih tahu temen anda harus pandai memilih msakapai apa yang bagus yang pesawatnya baru dll.. jangan temen anda milih pesawat yang sudah uzur dll.. kembali lagi ke mindset dan ketajaman analisa

    10. setuju, pertanyaan untuk anda, apakah anda bisa menjamin kalau selain strategi buy call/put bisa memberikan kepastian juga?
    karena baca barusan di blog anda, kok di akhir artikelnya keluar tulisan bye bye call tidak berarti strategi selain buy call/put selalu lebih baik…?

    intinya bukan di strateginya, tapi mindsetnya… itu yang penting.. bagaimana kita bisa menempatkan strategi itu pada saat yang tepat, bukan asal2an seperti yang anda contohkan selalu.. kalau yang anda contohkan seorang pemain trading yang asal dan bodoh, artikel ini bisa cocok

    dan kata kunci di options adalah, kalau 1 strategi itu bisa menjamin keuntungan tapi resiko minimal, kenapa ngga semua pemain options main 1 strategi itu saja..?

    artinya kenapa di options banyak sekali strateginya, gunanya untuk memprediksi gerakan saham yang tidak menentu, makanya strategi2 itu di buat untuk digunakan pada saat yang tepat dan benar, ngga bisa memvonis strategi ini lebih baik dari strategi itu, kembali ke mindsetnya, bagaimana kita mengunakan strategi itu di posisi yang benar dan tepat.. itulah intinya..

  4. thx buat komentarnya bos 🙂

    seru nih buat bahan diskusi, saya suka counter seperti ini, jadi bisa eksplorasi lebih dalam mengenai options, saya tulis ulang komen/point anda dan saya tanggapi dibawahnya supaya rapi n jelas.

    anda menulis:
    ==========
    1. bukannya pemain options yang sukses, bermain dengan buy call/put sebelumnya?

    tanggapan saya:
    ============
    Kebetulan saya belum pernah ketemu pemain options yang sukses dengan menerapkan buy call/put, yang saya sering ketemu persis seperti yang dikatakan wikipedia.org pada link di artikel saya, yaitu kebanyakan yang main buy call/put adalah newbie.

    Setelah mengetahui dan mencoba strategi lainnya, kebanyakan porsi strategi buy call/put mereka berkurang atau tidak digunakan lagi. (btw apakah anda pernah menggunakan strategi lain sebagai pengganti buy call/put?)

    Ukuran sukses disini, bukan seperti testimoni-testimoni kebanyakan alumni training center yang menyatakan mereka profit sekian-sekian, yang digunakan oleh training center yang bersangkutan sebagai MARKETING BLUFF yang jitu. Apakah benar mereka sukses? katakanlah setelah main buy call/put selama 5 tahun? Itu yang perlu dipertanyakan.

    Atau anda mengenal orang yang sukses setelah sekian lama main buy call/put? Please let me know 🙂

    anda menulis:
    ==========
    2. profit instan? tergantung anda memperlakukan strategi buy call itu juga, kita kan bisa saja mengunakan buy call/put dengan cara konservatif

    tanggapan saya:
    ============
    buy call/put adalah cara yang agresif. Bisa menjadi konservatif dengan menggabungkannya dengan strategi lain sehingga mungkin menjadi protective put, kombinasi spread, dst. Tapi yang saya maksud dalam artikel ini adalah buy call/put only, tanpa kombinasi.

    Atau anda memiliki contoh buy call/put yang konservatif? let me know.. soalnya di buku-buku belum pernah saya membaca strategi konservatif dengan buy call/put.

    anda menulis:
    ==========
    3. kesalahan fatal anda di sini, anda bicara options buy call tapi membandingkan dengan warren buffet, harusnya anda cari figur pemain options yang tidak main buy call, bukan bandingin sama warren buffet..
    itu namanya jaka sembung bawa golok

    tanggapan saya:
    ============
    Saya menulis bahwa yang perlu kita tiru adalah pemikiran jangka panjangnya Warren Buffett. Pointnya disini adalah, kalau belum ada orang yang sukses dengan buy call/put, mengapa kita harus menjalankan strategi itu? Tapi nggak tau juga deh kalau anda mengenal orang yang sukses dari buy call/put, kalau saya sih.. belum nemu 🙂

    anda menulis:
    ==========
    4. sekali lagi, mindset anda ttg buy call harus berubah dulu, ngga selalu strategi buy call di tujukan untuk mencari profit besar, kembali ke mindset anda, kalau kita buy call untuk profit konstan, artinya buy call/put hanya mencari keuntungan sedikit saja, ada salahnya? yang salah adalah mindsetnya bukan strateginya

    5. melengkapi juga, tergantung mindset anda kan?
    pisau kalau buat motong sayur sangat berguna, tapi pisau juga bisa dong untuk membunuh orang? tergantung mindset kan?

    6. kembali lagi ke mindset, anda gunakan buy call di strategi apa? di earning? atau di profit kecil dan konstan dengan entry yang ketat dan parameter yang ketat? mindset yang harus diperbaiki

    tanggapan saya:
    ============
    saya gabungkan 3 point diatas, karena intinya saya menangkap anda ingin mengatakan bahwa buy call tidak selalu ingin cari profit besar, buy call/put bisa dijalankan dengan dengan parameter yang ketat (entry dan exit) sehingga mengharapkan profit konstan, bukan? good point!

    masalahnya, sekali anda pasang buy call/put, max. risk adalah seluruh atau sebagian besar premi. tidak bisa ditawar bahkan dengan stop loss atau trailing stop, options sangat volatile, jauh lebih volatile dari stock. karena itulah buy call/put tidak pernah menjadi cara yang konservatif. atau sekali lagi, anda punya caranya?

    anda menulis:
    ==========
    7. anda masuk posisi LEAPS Call AAPL ketika harga AAPL menyentuh harga tertinggi dan mengenai traget pricenya, bukan kah itu tindakan bodoh ?
    jadi kembali lagi ke mindset dan cara trading yang benar, buy call bisa benar asal kita tahu saat masuk dan saat keluarnya
    kalau anda kasih contoh beli AAPL di harga tingginya, LEAPS, ya mindset anda sangat kerdil dong…

    tanggapan saya:
    ============
    Dalam contoh di atas saya tidak menyatakan pasang posisi saat AAPL menyentuh harga tertinggi dan LEAPS, darimana kesimpulan anda diatas?

    tahukah anda $2000 saat ini hanya cukup untuk beli call AAPL April 09 1 strike ITM? dan itu bukan LEAPS, juga harga AAPL tidak sedang dalam harga tertinggi (bahkan lebih mengarah ke ke 52Weeks low).

    anda menulis:
    ==========
    8. mindset lagi, anda memberi contoh seolah anda itu seorang bodoh yang tidak tahu cara masuk dan ambil posisi yang benar, kalau pemain options buy call/put yang di contohkan oleh anda itu seorang bodoh dalam bermain options, sampai tidak tahu cara yang benar masuk posisi, pemilihan sahamnya, bolehlah anda bikin artikel panjang lebar tentang bye bye buy call
    tapi apakah sebodoh itu sampai seorang pemain options asal milih aja dalam hal masuk posisi? maka yang benar kembali lagi ke mindset dan ketajaman analisa pemain options itu sendiri,

    tanggapan saya:
    ============
    Contoh yang saya tulis diluar dari masalah teknis analisa maupun mindset, anggaplah mindset anda bukan profit konstan dan anda masuk dengan analisa yang baik, kerugian yang sama tetap dapat terjadi.

    Pointnya adalah mengingatkan, jangan mentang-mentang expiration panjang maka posisi bisa berbalik. Banyak orang yang mengharapkan seperti ini dan tau-tau mendapatkan optionsnya sudah semakin dekat expiration.

    anda menulis:
    ==========
    9. anda membuat pernyataan dengan versi anda terus, kalau anjlok, kalau turun..
    semua investasi kalau kita sebutkan arah berlawanannya, ngga akan ada yang mau main di trading..
    sama aja gini, anda bilang sama teman anda, jangan naik pesawat, kalau jatuh gimana? kalau meledak gimana? kalau ada teroris gimana? kalau ada gas beracun gimana? ya ngga naik pesawat temen anda kan?
    kenapa ngga ada bilang naik pesawat cepet sampai, tapi ada resiko sperti itu, yang penting anda kasih tahu temen anda harus pandai memilih msakapai apa yang bagus yang pesawatnya baru dll.. jangan temen anda milih pesawat yang sudah uzur dll.. kembali lagi ke mindset dan ketajaman analisa

    tanggapan saya:
    ============
    tentu kita harus memperhitungkan worst case. investasi tanpa memperhitungkan worst case? nekad itu namanya 🙂 saya sendiri, baru pasang posisi jika worst case-nya benar-benar bisa saya terima, nggak berpikir “ah ini kan kecil kemungkinannya”.

    kalau anda seorang trainer atau tempat anda menimba ilmu options tidak menyebutkan worst case, tidak mensimulasikan arah sebaliknya dan bagaimana mencegahnya, berarti anda atau trainer anda hanya ingin uang dari peserta training saja dan cenderung menjual mimpi. Tapi mungkin saja sih sengaja tidak dikatakan karena seperti yang anda bilang, takut tidak ada yang mau trading, “ntar siapa yang kursus sama gue dong?” mungkin gitu takutnya 🙂

    investasi adalah sesuatu yang masih bisa kita kontrol risknya, jangan rancu membandingkannya dengan sesuatu yang diluar kontrol kita, menurut saya ini baru mindset yang keliru.

    anda menulis:
    ==========
    10. setuju, pertanyaan untuk anda, apakah anda bisa menjamin kalau selain strategi buy call/put bisa memberikan kepastian juga?
    karena baca barusan di blog anda, kok di akhir artikelnya keluar tulisan bye bye call tidak berarti strategi selain buy call/put selalu lebih baik…?

    tanggapan saya:
    ============
    ya, ada strategi yang MENJAMIN resiko kita PASTI tidak sebesar buy call/put. Tapi jadinya juga susah menghasilkan profit bombastis yang bisa dijual.

    Dan memang ada strategi yang hasilnya BISA lebih jelek dari buy call/put, misalnya jika kita pasang credit spread dengan margin besar, straddle/strangle yang bisa rugi 2 posisi call maupun put.

    anda menulis:
    ==========
    intinya bukan di strateginya, tapi mindsetnya… itu yang penting.. bagaimana kita bisa menempatkan strategi itu pada saat yang tepat, bukan asal2an seperti yang anda contohkan selalu.. kalau yang anda contohkan seorang pemain trading yang asal dan bodoh, artikel ini bisa cocok

    dan kata kunci di options adalah, kalau 1 strategi itu bisa menjamin keuntungan tapi resiko minimal, kenapa ngga semua pemain options main 1 strategi itu saja..?

    artinya kenapa di options banyak sekali strateginya, gunanya untuk memprediksi gerakan saham yang tidak menentu, makanya strategi2 itu di buat untuk digunakan pada saat yang tepat dan benar, ngga bisa memvonis strategi ini lebih baik dari strategi itu, kembali ke mindsetnya, bagaimana kita mengunakan strategi itu di posisi yang benar dan tepat.. itulah intinya..

    tanggapan saya:
    ============
    saya tidak pernah menyatakan hanya ada 1 strategi, yang saya nyatakan adalah strategi buy call/put seharusnya dihindari. Anda benar, banyak sekali strategi di options, dan secara general banyak yang lebih baik dari buy call/put.

    masalah analisa, merupakan topik lain yang juga akan saya bahas dalam artikel-artikel saya, tapi apapun analisanya, hindari buy call/put 🙂 ini kalo saya lho…. memang ini adalah personal opinion, tapi berangkat dari apa yang saya lihat dan temui. Hanya 1 motivasi saya menulis artikel ini, jangan sampai ada lebih banyak orang yang menjadi korban mimpi bisa kaya dari options, meninggalkan pekerjaannya demi options, berhutang sana-sini, ataupun stress ngga ketulungan, dan mereka rata-rata hanya berharap dari main buy call/put.

    Salah seorang rekan alumni saya pernah menulis di email grup kami, dia berani meninggalkan pekerjaannya demi main options (waktu itu market sedang bagus), hati saya rasanya miris, saya merasa itu tidak benar tetapi pada saat itu saya tidak dapat menyarankan sesuatu yang lebih baik karena waktu itu saya juga masih newbie di dunia options. Tetapi menurut saya, seharusnya trainer ataupun orang yang sudah pengalaman, setidaknya dapat mengingatkan resikonya dengan lebih tegas lagi. itu aja, anyway thanks a lot for your comments, siapapun welcome untuk meng-counter artikel saya, agree or not agree, i appreciate it and try to learn from your comments 🙂

  5. 1. mungkin anda hanya bermain dan bergaul di indonesia saja?
    mirriam mc william hanya bermain buy call/put saja, termasuk ron inery..
    kalau mau cari jagoan mian options, anda ngga akan ketemu seperti orang mebandingkan warren buffet atau george soros, dunia options beda dengan investasi di saham, sepanjang pengetahuan saya pun warreen buffet menggunakan buy call/put saja guna mendukung investasinya di saham

    2. lucunya anda disini, anda bikin pernyataan berdasarkan pemikiran anda sendiri, kalau saya mengunakan buy call/put untuk cara konservatif, apa itu bisa dijadikan pemikiran kalau buy call/put saya agresif? mindset mas sekali lagi…

    3. lucu lagi di sini, anda kan yang bandingkan main buy call/put dengan warren buffet, harusnya anda cari sipa pemain buy call/put dengan pemain selain buy call/put aja.. bukan ngebandingin dengan warren buffet, pemain options dibandingkannya dengan pemain options juga, jangan dibandingkan dengan warren buffet,

    4,5,6. saya kasih contoh dikit aja ya, perhatikan kejatuhan saham di bulan januari, lihat saham2 blue chips, ketika jatuh di mingu ke 3, 1 bulan kemudian terjadi rebound… kalau kita ada posisi LEAPS di minggu ke 2, di minggu ke 3 rugi tapi di bulan berikutnya rebound, intinya yang penting paramater yang digunakan benar,
    intinya mengunakan buy call/put dengan mindset yang benar bisa meminimalkan resiko juga kan..
    anda selalu mencontohkan kalau pisau itu hanya buat membunuh.. kenapa pisaunya ngga di pake buat motong sayur?
    kalau saham pilihan kita saham2 seperti AA, MCD, ketika jatuh akan ada rebound selalu
    kecuali anda memilih saham2 seperti, crox, aig, gm, teori anda bisa berlaku
    dan intinya mindset dan parameternya kan yang bisa membedakan?

    7. dan inilah mindset yang saya bilang selalu,
    kalau mindset anda dengan uang $2000 membeli AAPL, berarti kesalahan di parameter dan mindset anda.. bukan di strategi buy call/putnya kan?
    kalau saya, dengan $2000, saya ngga akan beli saham2 seperti AAPL, RIMM, BIDU, GOOG.
    saya akan mengambil saham yang harga optionsnya murah tapi sahamnya berkualitas, dan itu banyak kan? kita dengan $2000 bisa ambil options MCD LEAPS januari 2010, 2 kontrak, contoh kecil aja kan?
    jadi sekali lagi mindset, buy call/put bisa menjadi benar, asal di tempatkan pada parameter yang benar

    8. anda sendiri mengakui kan?
    contoh,
    dengan $2000,saya ambil options mcd LEAPS jan’2010 ketika harga oversold
    dengan $2000 anda ambil options aapl 1 bulan ketika harga oversold,

    1 bulan kemudian MCD belum naik, saya masih santai
    1 bulan kemudian AAPL tidak naik, anda ketar ketir..

    2 bulan kemudian MCD naik $5, saya tersenyum
    2 bulan kemudian AAPL naik $10, anda bengong

    lihat contoh di atas, kesalahan di strateginya atau di pemilihan/mindsetnya?
    jelas di mindsetnya kan?
    jadi bukan di BUY CALL/PUTnya

    9. makin lucu aja, dari jawaban anda kan kesalahan bukan di strateginya dong
    berarti kesalahan di mindsetnya,
    jawaban2 anda di atas malah makin membuka jawaban, kalau strateginya bukan masalah, tapi mindsetnya,
    soal resiko saya juga setuju, kan saya aja kasih contoh, naik pesawat itu bahaya, tapi kita kan bisa meminimalkan dengan cara, memilih maskapai yang bagus, pesawat yang bagus, kinerja maskapai yang bagus, nah dengan mindset kehati2an itu resiko bisa kita minimalkan

    kalau anda naik pesawat tapi asal pilih aja, kesalahannya di pesawatnya atau di mindset orangnya?

    10. saya tahu kok anda menggabungkan buy call dengan sell call
    pertanyaannya, kita mau masuk posisi untuk mencari minimal resiko aja?
    di buy call/put juga bisa kan? tergantung mindset masing2 pemainnya kan..

    sekali lagi mas… bukan di strateginya kesalahan itu, tapi di masing2 mindset pemainnya..

    harusnya lebih oke lagi kalau anda kasih artikel yang isinya, kalau mau main buy call/put hindari hal2 yang berbahaya (seperti main gaping, asal2an dalam pemilihan sahamnya)
    dan bisa memberikan pencerahan bagaimana menjadikan strategi buy call/put menjadi minimal resikonya dengan parameter/mindset yang tepat

    baca alinea terakhir anda lucu aja, panjang2 anda nulis cuma mau nunjukan kalau mindset orangnya yang salah, bukan strateginya kan?

    kesimpulan dari pernyataan dan jawaban anda sendiri adalah mindsetnya yang salah, bukan buy call/putnya, coba aja anda baca artikel anda dan jawaban anda, karena saya membacanya seperti itu

    dan jangan kelihatan panik gitu, langsung memvonis saya trainer atau yang lain2, biasa aja, anda menulis, siapa aja kan bisa mendiskusikannya, oya mungkin karena anda masuk di sebuah workshop yang isinya hanya bicara keuntungan besar saja, yang akhirnya alumninya hanya main gaping saja demi mengejar keuntungan besar,
    dan workshop anda dari awal sudah menggiring mindset pesertanya dengan keuntungan besar, melalui iklan, testimonial alumninya yang untung besar dalam sehari, juara options, dan bla bla lainnya, sehingga mindset anda jadi seperti ini… ha ha ha coba anda komplain ke workshop anda itu dan berikan artikel anda ini, biar mereka memperbaiki workshopnya, oke

  6. anda menulis:
    =============

    1. mungkin anda hanya bermain dan bergaul di indonesia saja?
    mirriam mc william hanya bermain buy call/put saja, termasuk ron inery..
    kalau mau cari jagoan mian options, anda ngga akan ketemu seperti orang mebandingkan warren buffet atau george soros, dunia options beda dengan investasi di saham, sepanjang pengetahuan saya pun warreen buffet menggunakan buy call/put saja guna mendukung investasinya di saham

    tanggapan saya:
    ===============

    mirriam mc william dari wealth mentors? dengan isi website seperti:

    $$$ in x days, don't need to be fundamental/technical analyst, 90% accuracy, dst..

    hmm seperti itu contoh orang yang sukses dari buy call/put? get real mas… apakah anda alumninya? benarkah anda bisa dapat profit semudah yang di klaim: don't need to be fundamental/technical analyst, 90% accuracy? itu lah yang saya maksud dengan MARKETING BLUFF.

    Tapi buktinya apa? pasti bukan dari tulisan profit di webnya kan yang bisa dibuat2 dengan mudah.

    ada nggak dia ngomong hari ini buy call/put apa, lalu kita sama2 lihat hasilnya kemudian? kalo memang ada dan terbukti konstan… ok saya akan akui ada yang sukses konstan lewat buy call/put, saya revisi artikel saya, dan saya kasih anda credit + thanks 🙂

    ron inery saya belum pernah dengar, dan nggak ketemu referensi apapun di searh engine.

    anda menulis:
    =============
    2. lucunya anda disini, anda bikin pernyataan berdasarkan pemikiran anda sendiri, kalau saya mengunakan buy call/put untuk cara konservatif, apa itu bisa dijadikan pemikiran kalau buy call/put saya agresif? mindset mas sekali lagi…

    tanggapan saya:
    ===============
    setau saya memang buy call/put itu agresif. makanya saya tertarik saat anda bilang:

    "kita kan bisa saja mengunakan buy call/put dengan cara konservatif"

    nah saya hanya minta bukti pernyataan anda saja, gimana caranya buy call/put jadi konservatif? Apa maksud anda dengan LEAPS? kalau iya, buy call LEAPS tidak bisa dibilang cara konservatif, kecuali anda gabungin dengan sell call membentuk diagonal call dan berharap tiap bulan memetik profit, itu baru konservatif. tapi sorry kalau maksud anda bukan buy call LEAPS, saya kan cuma nebak, tapi trus apa dong?

    anda menulis:
    =============
    3. lucu lagi di sini, anda kan yang bandingkan main buy call/put dengan warren buffet, harusnya anda cari sipa pemain buy call/put dengan pemain selain buy call/put aja.. bukan ngebandingin dengan warren buffet, pemain options dibandingkannya dengan pemain options juga, jangan dibandingkan dengan warren buffet,

    tanggapan saya:
    ===============
    saya kan udah tulis yang ditiru dari warren buffett adalah pemikiran panjangnya (baca: konservatif kalo anda belum ngeh), ini berhubungan sih dengan asumsi saya buy call/put adalah cara agresif. kecuali anda bisa tunjukkan buy call/put bisa dijalankan dengan cara konservatif.

    anda menulis:
    =============
    4,5,6. saya kasih contoh dikit aja ya, perhatikan kejatuhan saham di bulan januari, lihat saham2 blue chips, ketika jatuh di mingu ke 3, 1 bulan kemudian terjadi rebound… kalau kita ada posisi LEAPS di minggu ke 2, di minggu ke 3 rugi tapi di bulan berikutnya rebound, intinya yang penting paramater yang digunakan benar,
    intinya mengunakan buy call/put dengan mindset yang benar bisa meminimalkan resiko juga kan..
    anda selalu mencontohkan kalau pisau itu hanya buat membunuh.. kenapa pisaunya ngga di pake buat motong sayur?
    kalau saham pilihan kita saham2 seperti AA, MCD, ketika jatuh akan ada rebound selalu
    kecuali anda memilih saham2 seperti, crox, aig, gm, teori anda bisa berlaku
    dan intinya mindset dan parameternya kan yang bisa membedakan?

    tanggapan saya:
    ===============
    agak kurang nyambung sih dengan pembahasan sebelumnya,tapi oke lah kita bahas: di minggu ke 3 rugi dan berharap bulan depan naik dengan max. risk premi LEAPS? hmm.. tidak menunjukkan sebuah strategi konservatif maupun konstan, LEAPS kan expirationnya > 1 tahun, preminya mahal dan kalo cuma beli pake buy call (biarpun didukung parameter/analisa yang ok, risk tetap besar), sepertinya kurang bijak, tapi ngga tau kalo anda ada pertimbangan lain. thx for sharing anyway.

    anda menulis:
    =============
    7. dan inilah mindset yang saya bilang selalu,
    kalau mindset anda dengan uang $2000 membeli AAPL, berarti kesalahan di parameter dan mindset anda.. bukan di strategi buy call/putnya kan?
    kalau saya, dengan $2000, saya ngga akan beli saham2 seperti AAPL, RIMM, BIDU, GOOG.
    saya akan mengambil saham yang harga optionsnya murah tapi sahamnya berkualitas, dan itu banyak kan? kita dengan $2000 bisa ambil options MCD LEAPS januari 2010, 2 kontrak, contoh kecil aja kan?
    jadi sekali lagi mindset, buy call/put bisa menjadi benar, asal di tempatkan pada parameter yang benar

    tanggapan saya:
    ===============
    ok…. jadi anggaplah parameternya confirm, maka menurut anda it's ok beli buy call (only) LEAPS MCD Jan 2010? tanpa hedging/leg sama sekali, buy call tok, sepertinya disini letak perbedaan kita. buat saya itu nggak ok, buat anda itu ok (dengan parameter yg baik). gitu kali kesimpulannya ya 🙂

    anda menulis:
    =============
    8. anda sendiri mengakui kan?
    contoh,
    dengan $2000,saya ambil options mcd LEAPS jan'2010 ketika harga oversold
    dengan $2000 anda ambil options aapl 1 bulan ketika harga oversold,

    1 bulan kemudian MCD belum naik, saya masih santai
    1 bulan kemudian AAPL tidak naik, anda ketar ketir..

    2 bulan kemudian MCD naik $5, saya tersenyum
    2 bulan kemudian AAPL naik $10, anda bengong

    lihat contoh di atas, kesalahan di strateginya atau di pemilihan/mindsetnya?
    jelas di mindsetnya kan?
    jadi bukan di BUY CALL/PUTnya

    tanggapan saya:
    ===============
    koreksi, bukan option AAPL 1 bulan, tetapi kurang lebih 6 bulan.
    dua contoh diatas, mau AAPL atau MCD, sama2 tinggi risknya buat saya karena pake buy call only. metode saya meminimalkan risk jauh lebih rendah, apapun case yg terjadi.

    anda menulis:
    =============
    9. makin lucu aja, dari jawaban anda kan kesalahan bukan di strateginya dong
    berarti kesalahan di mindsetnya,
    jawaban2 anda di atas malah makin membuka jawaban, kalau strateginya bukan masalah, tapi mindsetnya,
    soal resiko saya juga setuju, kan saya aja kasih contoh, naik pesawat itu bahaya, tapi kita kan bisa meminimalkan dengan cara, memilih maskapai yang bagus, pesawat yang bagus, kinerja maskapai yang bagus, nah dengan mindset kehati2an itu resiko bisa kita minimalkan

    kalau anda naik pesawat tapi asal pilih aja, kesalahannya di pesawatnya atau di mindset orangnya?

    tanggapan saya:
    ===============
    max risk strategi buy call bisa dihitung dan dibandingkan dengan jelas.
    contoh:

    buy call X harga $1000
    jelas max. risk adalah $1000.

    bandingkan dengan posisi spread berikut:
    buy call X harga $1000
    sell call X harga $300

    jelas max. risk adalah $700.

    dua2nya sama2 strategi bullish, anda bisa anggap dua strategi diatas adalah pesawat A dan pesawat B. mau mindset/analisanya gimanapun juga, pesawat A tetap lebih risky. berarti strategi is the problem bukan? nah kalo anda mengaku punya mindset kehati-hatian, kenapa masih pilih pesawat A?

    anda menulis:
    =============
    10. saya tahu kok anda menggabungkan buy call dengan sell call
    pertanyaannya, kita mau masuk posisi untuk mencari minimal resiko aja?
    di buy call/put juga bisa kan? tergantung mindset masing2 pemainnya kan..

    tanggapan saya:
    ===============
    betul mas, balik ke point 9.

    anda menulis:
    =============
    harusnya lebih oke lagi kalau anda kasih artikel yang isinya, kalau mau main buy call/put hindari hal2 yang berbahaya (seperti main gaping, asal2an dalam pemilihan sahamnya)
    dan bisa memberikan pencerahan bagaimana menjadikan strategi buy call/put menjadi minimal resikonya dengan parameter/mindset yang tepat

    baca alinea terakhir anda lucu aja, panjang2 anda nulis cuma mau nunjukan kalau mindset orangnya yang salah, bukan strateginya kan?

    tanggapan saya:
    ===============
    ya, sudah pernah saya tulis di artikel saya di blog mengenai earning, dan salah satu cara memilih saham. thanks buat inputnya. tapi tetap sih mas… buat saya strateginya juga salah, ada strategi yg lebih aman kok pake yang risky 🙂

    anda menulis:
    =============
    dan jangan kelihatan panik gitu, langsung memvonis saya trainer atau yang lain2, biasa aja, anda menulis, siapa aja kan bisa mendiskusikannya, oya mungkin karena anda masuk di sebuah workshop yang isinya hanya bicara keuntungan besar saja, yang akhirnya alumninya hanya main gaping saja demi mengejar keuntungan besar,
    dan workshop anda dari awal sudah menggiring mindset pesertanya dengan keuntungan besar, melalui iklan, testimonial alumninya yang untung besar dalam sehari, juara options, dan bla bla lainnya, sehingga mindset anda jadi seperti ini… ha ha ha coba anda komplain ke workshop anda itu dan berikan artikel anda ini, biar mereka memperbaiki workshopnya, oke

    tanggapan saya:
    ===============
    trims buat inputnya. panik sih nggak, kan nggak ada urusan dan keuntungan pribadi buat saya, jadi ga pusing 🙂 cuma mau ingetin orang jangan termakan marketing bluff (salah satunya ya si mirriam dengan wealth mentorsnya), deskripsi workshop yg anda sebut di atas cocok untuk wealth mentors, kecuali saya belum dengar kalau mereka juara options.

    workshop yg saya ikuti juga tidak lepas dari iklan dan marketing bluff walau tidak separah wealth mentors, overall cukup positif walaupun ada kekurangan disana-sini. artikel ini memang salah satu kritik buat yang mendewakan buy call 🙂 tapi bukan asal mengkritik saja, karena saya juga membahas solusinya. mudah2an bermanfaat!

Leave a Reply